(MOVIE REVIEW) Jupiter Ascending

Judul Film : Jupiter Ascending

Tanggal Nonton : 6 Februari 2015

Lokasi Nonton : XXI Galeria Bali jam 21.30 WITA. Studio 1.

Rating : 2 bintang.

Kalo ditanya film fantasy 2015 yang nggak bagus dan nggak banget pasti aku jawab Jupiter Ascending ini. Menurut pengamatanku yang memang masih cetek ini, film ini sebenarnya bagus banget sumpah! idenya maksudku. Apalagi ditunjang oleh efek GA nya yang bener-bener top abis, dijamin bikin mata nggak berkedip.

Tapi kenapa ya cuma 2 bintang ?

Jawabannya simple aja, ceritanya nggak menarik.

Dialog kurang mendalam, penggalian karakter sangat-sangat kurang dan kurang sekali esensi dari Jupiter Ascending ini. Hell, aku bahkan sama sekali nggak merasakan chemistry dari 2 orang pemeran utama ini!

Yang paling buruk di XXI Indonesia, adegan ciumannya dipotong. Hey! Nggak masalah kan dipotong ? Kalo mau yang nggak ada sensor kenapa nggak sekalian aja lihat film bokep? Itu yang banyak dikatakan temen-temenku saat aku protes sensor ini. Saya jelaskan disini aja deh, sebenarnya pemotongan adegan sekecil apapun itu akan mengurangi esensi movie yang ditonton, bukan masalah nonton movie cuma dilihat adegan ciumannya aja, nggak! bukan masalah itu!. Kalau aku lihat di stasiun TV dimana aku hanya bayar listrik dan antena aja sih nggak masalah loh dipotong.

Tapi ini bioskop!

Serius, sudah bayar mahal mahal 75.000 (di Bali emang segitu) dengan ekspektasi tinggi, terus lihat filmnya nggak sebegitu bagus ditambah dipotong adegannya. Fine, lengkap sudah kesialanku. Kok segitunya sensor film bioskop. Sial sekali.

Oke sekian review yang bisa saya tampilkan. Ingat, ini blog pribadi saya dan saya juga yang menulisnya menurut saya sendiri, dan apabila ada yang berbeda pendapat jangan protes ke saya dong.

whip-onion-head-emoticon

Advertisements

(MOVIE REVIEW) Mortdecai

FIN06_Mortdecai_1Sht_JD_26x39-w

Judul Film : Mortdecai

Tanggal Nonton : 31 Januari 2015

Lokasi Nonton : XXI Galeria Bali jam 23.15 WITA

Rating : 3 bintang

Di pagi hari yang indah saat baru bangun tidur, dan mikir kalau malam itu adalah malam minggu dan banyak film midnightan akhirnya lihat nama Johnny Deep- Mortdecai ini, refleks langsung pesen tiket Mortdecai pakai MTIX. Pikirku, pasti film ini humor komedi deh, dan bener banget. Jadi film ini seperti film pengisi waktu luang aja, bukan film yang kamu tonton waktu kamu pengen mikir loh ya.

Pure Humor hingga masalah yang rumit jadi sederhana banget.

Bercerita tentang Mortdecai, lelaki kaya eksentrik penggemar seni yang sudah mau bangkrut dan banyak hutang terhadap negara harus menjual lukisan kudanya di pelelangan. Pada akhirnya dia dipanggil oleh kepolisian karena kasus yang menyangkut hilangnya lukisan yang sedang direpair serta terbunuhnya perepair lukisan tersebut.

Dengan dibantu pengawalnya yang walau seram tapi entah kenapa banyak perempuan yang menyukainya, Mortdecai harus menyelidiki dan menemukan dimana sebenarnya lukisan berharga yang bisa menyelamatkan perekonomiannya.

Banyak humor garing disini walaupun sebenarnya bagus ya, efeknya juga keren sekali, apalagi lagi-lagi Johnny Deep merubah wajahnya lagi. Bingung ya, dia kalau akting bisa hebat sekali.

Wajah-Wajah Johnny Deep

Kalau bagi kalian yang emang suka film komedi ya sah-sah aja lihat, bagus kok, sempat ketawa ngakak dibeberapa adegan karena si Mortdecai ini sumpeh gaya aristokrat banget XD. Tapi bagiku yang cuma menghadiahi 3 bintang karena memang film ini kebanyakan berasa garing aja. hahahaha

(Movie Review) Project Almanac

bg_home

Judul : Project Almanac

Tanggal nonton : 31 Januari 2015

Lokasi nonton : XXI Galeria Bali jam 20.30

Rating : 4 bintang

Bagaimana bila kau mempunyai mesin yang bisa membuatmu mendapatkan kesempatan kedua ?

Hal itulah yang dilakukan David Raskin beserta teman-temannya saat mereka berhasil merakit mesin waktu dari cetak biru yang mereka temukan di basement rumahnya.

Berawal dari David yang berjuang mendapatkan beasiswa penuh dari jurusan Fisika MIT, dia yang sedang kalut mencari bahan penemuan di gudang loteng ayahnya menemukan sebuah video camera tua yang ternyata di kamera itu ia menemukan gambaran dirinya di usia sekarang pada saat pestanya yang ke 10 tahun. Hal yang menakjubkan inilah yang membawanya ke basement rumahnya dan menemukan cetak biru serta inti dari mesin time travel. Dibantu teman temannya yang juga jenius dia berhasil membuat mesin waktu.

Disini time travelnya bisa dikatakan realistis ya, kalau menurutku second chance yang dilakukan David cs membawa seluruh dunia ke arah yang berbeda. Semua yang David cs lakukan disini bisa berakibat fatal penuh. Misalnya saat David cs go jump to the past mengubah sesuatu, saat mereka kembali masa depan yang dihadapkan berbeda karena mereka melakukan sesuatu di masa lalu itu.

5 bintang sebenarnya dengan cerita ini, yang membuatku melarikan 1 bintang itu adalah gaya kamera film ini. Diceritakan film ini semacam dokumentasi film yang akan terekam penuh dengan video kamera seperti Paranormal Activity dan memberikan akhir dua jempol. Pengeshootannya sebenarnya idenya bagus karena unik, hanya saja bagiku yang nonton di bioskop dengan layar lebar membuatku agak mual. Ugh…

Haahahaa Intinya film ini layak mendapatkan jempol dan saya merekomendasikan buat ditonton.