When We Meet (02)

WHEN WE MEET (02)

 wow2-onion-head-emoticon

EP 1 http://snsdsujucnbluefanfics.wordpress.com/2012/12/20/fanfic-when-we-meet-01/

 okeni

Setelah melalui berbagai mood tidak berminat pada melanjutkan FF, maka malam ini moodku jalan. Silahkan dibaca kisah fantasy romance Kyuhyun and Sooyoung

Judul : When We Meet 02

Length : Series

Author : @nidyavina – pulpen_ijo@yahoo.com

Genre : Fantasy Romance

Main Cast : Kyuhyun the gray angel and Sooyoung the queen of Alderal

Other Cast :      Yunho : penasihat ratu,

                        Seohyun: malaikat bersayap putih dengan nuansa biru langit

                        Yonghwa : malaikat dengan wajah terluka bersayap putih – hijau

Rating : 16+

This piercing rain doesn’t stop

Even when I pray to that sky

Even in my dream, even for a day

That I could go back

My image that might remain to you

Don’t hate it, don’t erase it

Someday (The weary wounds that got cut again and again)

They don’t heal, they are unforgotten

Remaining in my heart that is pained again and again

The words I couldn’t convey

—-eng lyrics Inoo by Cho Kyuhyun—-

Didepan mereka terlihat pohon-pohon yang menjorok dengan rimbun berkumpul di satu titik seperti menutupi suatu tempat yang tersembunyi. Benar saja, Sooyoung bila melihat gua kecil samar dibalik kumpulan pohon itu dari atas kudanya. Suara air terjun samar mewarnai tempat mereka berada.

Terlalu hening, pikir Sooyoung. Ia sama sekali tidak mendegar kicauan burung atau kelinci yang mengintip dari semak. Segalanya terlalu biasa. Terlalu sama. Terlalu tenang.

Sooyoung turun dari kudanya dengan gerakan mulus. Tangannya sudah berada di punggung pedangnya yang berkilauan. Ia menaikkan alisnya saat Yunho menghalangi Sooyoung untuk maju dengan lengannya, dan membuat dua orang pengawal di belakangnya untuk memeriksa gua itu.

Sooyoung dengan merengut mengikuti kedua pengawal yang telah masuk lebih dulu. “Kalian berjaga disini.” Bisik Sooyoung. Yunho mengangguk pelan sambil memberi isyarat prajurit yang tersisa untuk mengeluarkan pedangnya.

Dua pengawal didepannya menyibak daun-daun dari pohon yang menutupi gua. Mereka melongok dan berjalan dengan kepala tertunduk saat memasuki gua itu. Gua itu landai. Sooyoung harus merunduk saat memasuki gua itu, menjaga agar kepalanya tidak terantuk tonjolan-tonjolan batu di bagian atas gua. Ia melihat kebawah, sepatu kulit yang dibuat sesuai dengan kakinya, menginjak sobekan pakaian.

Mereka masuk lebih dalam. Kedua pengawalnya mengacungkan pedang dengan waspada, mengantisipasi siapa tahu ada Hybrid yang berniat mengejutkan mereka. Sooyoung melihat pergerakan kecil mencuri perhatiannya.

Anak kecil itu meringkuk dengan posisi melingkar seperti bola, air mata mengucur dengan deras diwajahnya yang kotor dan berlapis debu, mulutnya disumpal dengan kain kotor, kedua tangan anak itu disatukan ke belakang dan diikat dengan tali. Sooyoung bergerak dengan cepat segera memotong tali yang mengikat pergelangan tangan bocah itu, menggendongnya dan langsung  merasakan gemetar yang tidak terkontrol dan helaan napas lega.

“Kau aman.” Bisik Sooyoung sambil menepuk pelan punggung anak itu.

Mereka dengan cepat keluar menyusuri gua. Ia bisa mendengar suara teriakan dan hantaman pedang di luar gua. Sooyoung berhenti tepat saat kedua pengawalnya melayangkan pedang untuk menghalau salah satu hybrid bertaring dan bercakar panjang.

Sooyoung bergegas berlari keluar. Ia lalu menurunkan bocah yang digendongnya dan membisikkan mantera sihir perlindungan. Dalam sekejap bocah didepannya menghilang, tersembunyi di ruang antar dimensi. Sooyoung dengan cepat berbalik dan menghunuskan pedangnya. Ia menendang hybrid didepannya dan menusuk tepat di tengah dada, seketika Hybrid itu melebur menjadi debu.

Sooyoung melirik keadaan pasukannya sekilas. Yunho sudah mengeluarkan pedang kesayangannya yang selalu ia gunakan saat ia masih menjabat menjadi jendral dulu. Beberapa prajurit terlihat kewalahan dari cara mereka mengayunkan pedang mereka.

Sooyoung menahan cakar Hybrid disampingnya dan menebas tangan hybrid itu yang secepat kilat muncul kembali. Menjijikkan. Hybrid itu menyeringai dengan senyuman liciknya, rambut pirangnya dengan belah poni depan berkibar, otot-ototnya bersembulan tiga kali lipat saat ia mulai menyerang Sooyoung dengan kedua tangannya yang dipenuhi cakar tajam.

Sooyoung terdorong mundur. Pedangnya menahan cakar hybrid didepannya yang menyerangnya dengan kecepatan kilat. Ia menendang sebelah kakinya dengan gerakan memutar, tendangannya mengenai pipi hybrid itu. Tapi hybrid itu sama sekali tidak mengurangi kecepatan cakarannya, sama sekali tidak merasa kesakitan dengan tendangannya barusan. Punggungnya menabrak batang pohon. Gawat.

Hybrid itu tersenyum memuakkan. “Uh huh, sang ratu terjebak! Sang ratu terjebak!” Suara mencicit Hybrid itu membuat bulu kuduk Sooyoung merinding. Ia masih mengacungkan pedangnya walaupun punggungnya telah dibatasi oleh pohon.

“Kenapa bangsa Hybrid menyerang negaraku ?” Sooyoung bertanya selagi memikirkan strategi penyerangan lain. Ia melirik sekilas Yunho dan prajuritnya yang lain sedang terdesak.

“Kau tidak tahu ? Kami. Pemimpin kami menginginkan sang ratu.” Jawabnya dengan suara pelan. Giginya memperlihatkan taring tajam besar sambil menyeringai.

Sooyoung membelalak. “Kenapa ?!”

Hybrid itu tertawa. Ia mengayunkan cakarnya dengan kuat, membuat pedang Sooyoung terpelanting kesebelah. “Menghisap esensi jiwa sang ratu Alderal akan membuat kami hidup abadi.” Bisiknya sambil menjilat bibir atasnya.

“Abadi ?”

“Bahkan sang ratu sendiri tidak tahu! Kejutan!!” Hybrid itu tertawa dengan keras, menyemburkan ludahnya saat ia tertawa. “Setengah jiwa malaikat yang kau miliki akan membuat kami yang menghisap darahmu walau setetes menjadi abadi, dan membuat malaikat yang membagi jiwanya padamu mati.”

Sooyoung terperanjat. “Itu tidak mungkin!”

Hybrid didepannya mengedikkan bahu. “Begitulah cerita yang terkenal diantara golongan para Hybrid. Karena itulah kami menyerang negeri Alderal yang kebetulan pertahanannya mulai melemah dan berusaha memancing sang ratu.” Hybrid itu menyabetkan cakarnya, membuat lengan Sooyoung robek dan mulai mengeluarkan darah. “Strategi yang berhasil sepertinya karena sang ratu sendiri yang dating di pesta hari ini” Lanjut Hybrid itu.

Tangan Sooyoung mengambil belati yang tersimpan di sepatu botnya. Belati itu berkilau diterpa cahaya matahari.

Hybrid itu melihat belati kecil yang dipegang Sooyoung dan melihat kuku cakarnya yang panjangnya dua kali lipat belati itu. Ia tertawa. “Kau tidak akan mengira akan menang dengan belati cantik itu, kan?” tanyanya mengejek.

Sooyoung mendengus. “Kita lihat saja nanti.”

Secepat kilat Hybrid itu menyerang dengan cakarnya, diatas mereka bayangan melaju cepat kebelakang hybrid itu. Sooyoung hanya bisa melihat sekelebat bayangan burung. Burung besar.

Ujung pedang menembus dada Hybrid itu yang mengentikan cakarnya ditengah. Dalam sekejap Hybrid itu hancur menjadi debu. Sooyoung ternganga. Ia mengerjapkan matanya pelan, berusaha melihat penyelamatnya.

Sosok lelaki. Ketampanan klasik, dengan rambut pirang yang dikelabang panjang dibelakangnya, menggenggam pedang dengan ukiran gelap rumit disepanjang pedang. Matanya tajam, dengan hidung lancip. Sayap abu-abu dengan pinggiran hitam pekat menempel, merekah dengan megahnya di punggung lebar lelaki itu. Mantel hitamnya berkibar karena angin yang tercipta dari sayap abu-abunya.

Lelaki itu tersenyum. Menampakkan giginya yang seputih salju, ia mengebelakangkan poni rambutnya yang menutupi mata emasnya. Indah, pikir Sooyoung sambil tertegun.

“Minggir perempuan. Kau lemah.” Ujar lelaki didepannya dengan nada ramah.

Sooyoung mengerutkan kening. Apa katanya? Lemah? Berani-beraninya ! Sooyoung mengacungkan belati kecilnya. Sisi tajamnya menyentuh pas didepan tenggorokan lelaki bersayap didepannya, “Aku tidak akan pernah bisa menerima penghinaan yang barusan kau ucapkan.” Geram Sooyoung.

Lelaki itu tersenyum, “Bukankah itu kenyataan ? Aku melihatmu yang terpojok sebelum aku menolongmu.”

“Aku tidak pernah terpojok dasar manusia burung sombong! Aku hanya menunggu saat-saat Hybrid itu maju selangkah lagi untuk masuk ke perangkap sihirku. Kaulah yang dengan sukses menghancurkan rencanaku.” Sergah Sooyoung.

“Aku tidak menyangka sang ratu Alderal yang terkenal dengan kelemahan fisiknya ternyata mempunyai semangat berlebih untuk ikut memusnahkan para Hybrid yang menyerang negaranya dan luar biasa bodoh dengan senang mensia-siakan sihir terbatas ditubuhnya yang kemudian akan membuatnya tergolek lemah di ranjang lagi.” Jawab lelaki didepannya dengan mata berkilat.

Sooyoung menggeram. Ia berniat menusuk malaikat sombong dan menyebalkan didepannya yang langsung ditahan dengan satu jari. “Ups, belati ini berbahaya untukmu, ratuku.” Ucapnya dengan nada main-main.

Sooyoung merasakan rasa sakit yang teramat sangat saat lelaki didepannya menyentuh pergelangan tangannya. Apa ini ? “Siapa kau ?”

Lelaki itu melihat Sooyoung dengan tatapan mata simpati, seakan-akan mengisyaratkan kalau ia juga merasakan kesakitan yang sama saat mereka bersentuhan. “Kyuhyun, pemimpin dari 3 malaikat elite siap membantumu.” Kyuhyun melipat sayapnya dengan rapi, memberi hormat yang terkesan mengejek didepan Sooyoung yang mencibir.

“Well, kalau kau ingin dianggap berguna, cepat tolong pengawal-pengawalku! Mereka dalam bahaya!” Sergah Sooyoung dengan nada keras dan mematikan.

Kyuhyun menatapnya geli. Ia membalikkan badannya, “Bahaya apa ?”

Sooyoung membelalakkan matanya. Tidak percaya semua Hybrid yang membuat mereka terdesak telah lenyap. Ia bisa melihat dua malaikat lain. Satu malaikat dengan wajah tampan gelapnya, di sekeliling wajahnya terpatri bekas luka dalam yang memanjang dari pipi kirinya menuju ke tengah dagunya. Sayapnya putih bersih dengan rona hijau sesai dengan warna matanya yang sehijau ular. Malaikat yang satu lagi, perempuan dengan gaunnya yang anggun, rambutnya panjang, berkilau dengan kecemerlangan mengalahkan sinar matahari, sayapnya putih dengan rona biru disekelilingnya.

Sooyoung mengalihkan pandan ke arah lelaki didepannya. Sayap Kyuhyun berwarna abu-abu, tidak ada sedikitpun bercak putih, warna hitamlah yang mendominasi, membuatnya tampak kontras dengan rambut pirang dan mata emasnya.

Kyuhyun tersenyum, “Baru sebentar kita bertemu, dan kau sudah terpesona padaku ?”

Sooyoung ternganga. Dasar malaikat sombong. “Aku tidak akan pernah tertarik dengan bangsa burung.” Jawab Sooyoung mantap. Matanya menyiratkan tantangan.

“Burung ? Sekedar mengingatkan bila otakmu bermasalah. Kami ini malaikat.” Ujar Kyuhyun. Matanya bersinar geli. Ia memasukkan kembali pedangnya kedalam sarungnya yang diikat dipinggangnya.

“Memangnya aku peduli.” Gumam Sooyoung sambil berjalan menemui Yunho yang sudah berlari kearahnya.

“Yang Mulia. Anda tidak apa-apa ?” Tanya Yunho sambil mengatur napasnya.

Sooyoung mengangguk dan melirik Kyuhyun yang berjalan kesebelahnya.

Yunho menjawab pertanyaan yang tersirat di mata Sooyoung, “Sepertinya 3 malaikat bantuan sudah datang, Yang Mulia.” Bisik Yunho.

Sooyoung mengerutkan bibirnya, “Begitu ya.” Ia marapalkan mantera dan menggerakkan satu tangannya membuat tanda di udara. Anak lelaki itu muncul disebelahnya. Sooyoung berjongkok, ia mengelus pelan rambut hitam kumal anak itu. “Bertahanlah sebentar lagi ya.” Anak itu mengangguk lega tersenyum memperlihatkan giginya yang kuning.

Kyuhyun tersenyum geli. Ia mengepakkan sebelah sayapnya. “Dasar bocah tidak berguna.” Katanya keras-keras.

Anak lelaki itu seketika berdiri. “A..aku tidak lemah !!” Jawabnya dengan keras. Sooyoung melemparkan tatapan peringatan kearah Kyuhyun.

“Bagiku jenis lelaki yang hidupnya diselamatkan oleh perempuan itu termasuk tidak berguna.” Ujarnya ringan. Kyuhyun mengelus pelan bulu sayapnya.

Anak itu menggigit bibir bawahnya dengan geram. Tangannya mengepal. Berhadapan dengan Kyuhyun, ia seakan melupakan ketakutan  yang ia rasakan saat ditawan oleh bangsa Hybrid. Penghinaan. Kalau saja ia lebih kuat. Kalau saja….

“Sadar kalau dirimu ternyata lemah ?”

“Akan kubuktikan.” Bisiknya.

“Hm ?” Kyuhyun melihat bocah didepannya dengan tatapan tertarik.

“Akan kubuktikan kalau aku berguna bagi Alderal! Suatu saat nanti! Suatu hati nanti! Aku akan menjadi kuat dan berhasil mengalahkanmu!!” Anak itu berteriak dengan lantang. Ia menatap tajam kearah Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum. Senyuman yang berbeda dari yang biasanya ia tunjukkan. Senyuman yang membuat matanya ikut tersenyum. “Kutunggu.”

Sooyoung terpana sejenak lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Lelaki selalu menjadi spesies yang konyol, dengusnya. Sooyoung menoleh dan sempat mendapati Yunho yang melihat bocah itu dengan tatapan bangga. Ya ampun.

****

Sooyoung membuka pelan gerbang tinggi yang menghubungkan koridor istana dengan kamarnya. Didalamnya, pelayannya sudah berdiri disamping ranjangnya sambil membawa handuk panjang.

“Anda mau mandi, Yang Mulia ?”

“Keluarlah. Biarkan aku sendiri untuk malam ini.” Ujar Sooyoung sambil melepas rompi panjang bersulam benang-benang rumit merah lambing kerajan Alderal.

Sooyoung menghempaskan dirinya di sofa besar panjang depan api unggun. Bersyukur pelayannya terlebih dahulu menyalakan api unggun sehingga kamar tidurnya cukup hangat ditengah udara dingin ini. Ah, waktunya minum obat, pikir Sooyoung. Ia beringsut berjalan dengan lunglai menuju meja kecil disebelah sofa. Diatas meja itu terletak satu gelas Kristal dengan air putih didalamnya, disebelahnya bubuk putih yang sudah akrab menemaninya. Sooyoung berhenti sejenak, bimbang. Ia menekankan sebelah tangannya ke dadanya, menghirup dan mengeluarkan napasnya secara perlahan. Tidak sakit. Ia tersenyum lalu berjalan perlahan menuju rak dimana botol anggur berjejeran. Sooyoung memutuskan mala mini ia akan mengganti obat yang biasanya ia minum dengan sebotol anggur. Ya, anggur.

Sooyoung kembali menghempaskan badannya di sofa, kali ini membawa sebuah gelas Kristal dengan cairan ungu hampir mencapai puncak gelas. Ia menyeruput pelan cairan anggur itu, mengulumnya hingga mulutnya pegal lalu membiarkan cairan itu melaju menuju lambungnya. Sooyoung terkikik pelan.

“Kemajuan yang besar. Malam ini aku berhasil minum anggur tanpa rasa sakit.” Gumam Sooyoung, senang melihat pantulan api unggun di cairan ungu gelas kristalnya. Ia terus melihat pantulan api itu, bergerak dan bergerak. Sayap abu-abu. Sooyoung mengernyit. Kenapa ia merasa melihat pantulan sayap malaikat menyebalkan itu?

Sooyoung mengerucutkan bibirnya. Ia terbayang tatapan sedih yang terpantul di bola mata malaikat itu saat Sooyoung turun dari kuda. Terlihat sedih dan… apa? Kerinduan?

Sooyoung tiba-tiba menghembuskan napas dengan kasar melalui mulutnya, membuatnya kaget. Hah? Kenapa? Tidak mungkin kan? Hanya karena warna sayap mereka sama, tapi sifat mereka kan berbeda. Tunggu. Malaikat abu-abu dulu itu, bagaimana sifatnya?

Sooyoung menekan pelan pelipisnya. Gelas anggurnya ia letakkan dengan cepat di bawah lantai. Ingat! Ingat Sooyoung! Ingat! Sooyoung memejamkan matanya, ia menjeduk jedukkan kepala bagian belakangnya di sofa yang didudukinya. Dan berhenti, ia menghela napas panjang. Tatapan mata Sooyoung menerawang, rambutnya yang panjang dan ikal menyebar ke segala arah.

“Satu kata yang dapat kuramal tentangmu Yang Mulia, kau akan cepat tua.”

Sooyoung terperanjat. Ia bangkit dari sofa secepat ia bisa dan membalikkan badan ke arah belakang, menemukan Kyuhyun yang duduk dengan nyaman di pinggir ranjangnya.

“Apa yang kau lakukan di kamarku?!” Teriak Sooyoung dengan lantang.

“Aku tersesat dan kebetulan mendapati pintu kamar ini tidak terkunci.” Ujar Kyuhyun ringan sambil tersenyum ringan. Ia memakai kemeja putih yang tidak dimasukkan dengan celana kain hitam. Kedua tangannya dimasukkan ke saku celananya, sayap abu-abunya tidak terlihat dimanapun di balik punggungnya.

“Tidak mungkin kau kebetulan tersesat ke kamarku, manusia burung! Lagipula pelayanku sudah mengunci pintu kamarku saat ia keluar tadi!” Sooyoung mendekati Kyuhyun yang duduk dengan nyaman. “Cepat katakan, apa urusanmu datang kesini! Kau tidak mungkin datang tanpa alasan”

Kyuhyun mengalihkan pandangan matanya kearah Sooyoung yang dengan tatapan mata teguh menatapnya. Ratunya ini tidak berubah, selalu berani, cantik, keras kepala dan garang.

Kyuhyun menopangkan wajahnya di atas lututnya. “Ingin memberimu peringatan.”

“Peringatan ?” ujar Sooyoung dengan nada tanya.

“Jangan pernah melakukan hal seperti tadi.” Gumam Kyuhyun dengan serius. Senyum yang menghiasi mata dan bibirnya menghilang.

Sooyoung terdiam sejenak. Ia bisa merasakan tekanan udara di sekelilingnya semakin berat. Ia menimbang-nimbang situasi dan apa yang harus ia jawab.

“Bukan urusanmu. Yang akan dan ingin kulakukan pasti akan kulakukan. Kau tidak berhak melarangku. Kau tidak berhak melarangku melakukan sihir yang bisa menolongku membantu banyak orang, kau tidak berhak melarangku ikut membantu dalam pencarian warga desaku yang perlu bantuan, kau tidak berhak..”

Kata-kata Sooyoung terputus saat Kyuhyun menarik pergelangan tangan Sooyoung, menyebabkan Sooyoung terjatuh dengan berat badan ditopang lututnya. Kyuhyun menggenggam erat kedua lengan Sooyoung.

“Kau…” Sooyoung meringis merasakan lengannya sedikit ngilu. Ia sudah mau meledak marah saat dengan perlahan kepala Kyuhyun ditopangkan ke pundaknya. Ia bisa merasakan helai helai rambut pirang itu dibawah telinganya, membuatnya merinding.

“Kita bahkan baru bertemu hari ini. Aku… tidak mengenalmu.” Gumam Sooyoung dengan lemah.

“Walaupun kita baru bertemu hari ini… aku tahu kau pasti merasa telah mengenalku sejak lama.” Kata Kyunyun perlahan. Ia bisa merasakan wangi murni Sooyoung saat ini. “Saat melihatmu berdiri dengan mantap melawan Hybrid hanya memegang belati kecil tadi membuatku…”

“Berhenti.” Perintah Sooyoung menggunakan nadanya sebagai seorang ratu Alderal. “Lepaskan tanganku!” Sooyoung dengan segera melepaskan genggaman Kyuhyun lalu berdiri sambil melipat tangannya. “Kalau hanya itu yang ingin kau katakan, lebih baik kau keluar.”

Kyuhyun menatap tajam Sooyoung. Cukup lama mereka saling memandang dengan tajam, lalu Kyuhyun tersenyum, puas melihat “isi” Sooyoung. Kyuhyun terkekeh. “Sudah kuduga akan mendapat tanggapan seperti ini.” Kekehan Kyuhyun berkembang menjadi tertawa terbahak-bahak. Tidak pernah ia sesenang ini. Memang Sooyoung tidak akan pernah membuatnya bosan.

“Aku akan keluar.” Jawab Kyuhyun sambil mengusap air mata yang sedikit muncul disudut matanya karena tertawa.

“Lebih baik begitu.” Sooyoung mengangkat sebelah alisnya sambil menatap Kyuhyun yang bangkit dari ranjangnya dan berjalan perlahan menuju pintu.

“Tapi aku serius. Berhentilah bersikap seakan seluruh nasib Alderal berada di kedua pundak kurusmu itu.” Kyuhyun berkata dengan dingin, tangannya menekan kenop pintu. Dibelakangnya, ia mendengar Sooyoung yang mendesah pelan.

“Aku tidak bisa. Detik aku dinobatkan menjadi ratu, saat itu pula lah tubuh dan jiwaku menjadi milik Alderal.” Jawab Sooyoung tegas tanpa goyah.

Kyuhyun menutup matanya sejenak, lalu tersenyum miris. Pintu kamar tertutup dengan bunyi klek pelan, meninggalkan sayup-sayup jawaban Kyuhyun. Entah kenapa hati Sooyoung pedih.

‘Sayang sekali.’

+++

“Jadi, seperti apa ratu kita, Kyuhyun?” Seohyun melebarkan sayap putihnya dengan rona biru langit dibawah sinar matahari. Di sekelilingnya kicauan dan nyanyian buruh memeriahkan suasana di hutan rindang itu. “Aku suka tempat ini. Belum terjamah manusia sepertinya.” Seohyun menolehkan kepalanya kearah Kyuhyun yang sedang duduk diatas dahan pohon. “Hey, kau belum menjawab pertanyaanku~!” Seohyun mengerucutkan bibirnya yang mungil.

Kyuhyun melepaskan bacaannya dari buku yang ia baca. “Pertanyaan apa?”

Seohyun menggelengkan kepalanya pelan. “Sudah kuduga kau tidak memperhatikan pertanyaanku.” Seohyun mengalihkan pandangannya pada malaikat satunya yang sedang duduk di balik bayang-bayang pohon. “Menurutmu bagaimana Yonghwa?”

Yonghwa menatap Seohyun, tatapan matanya yang awalnya kosong mulai diliputi kesadaran. Bekas luka libasan pedang yang menghiasi wajahnya terlihat mengerikan membuatnya menjadi malaikat yang paling ditakuti, ditambah dengan wajah dan sifat dinginnya. “Aku tidak tahu.”

Seohyun menggigit bibir bawahnya, “Ayolah Yonghwa, di Alderal ini kau harus lebih banyak bicara. Setidaknya berbicaralah kepadaku.” Seohyun menatap Yonghwa dengan pandangan memelas manis.

“Jangan menekannya terlalu keras, Seohyun. Sudah cukup selama ini Yonghwa masih dapat bergerak dan berbicara.” Kyuhyun turun ke sebelah Seohyun, “Kau tahu kan kejadian apa yang telah dialaminya. Lebih baik membiarkan Yonghwa sembuh seiring waktu.” Bisik Kyuhyun.

Seohyun mengedipkan matanya, menahan air mata yang hampir jatuh. “Padahal dulu Yonghwa… selalu tersenyum dan hangat dan….” sebutir air mata meluncur bebas menuruni pipi Seohyun. Kyuhyun menarik kepala Seohyun ke dadanya, dan menepuk pelan pundak Seohyun.

“Aku tahu. Sudah sudah, jangan menangis.” Hibur Kyuhyun.

Seohyun berjuang menenangkan emosinya lalu menarik kepalanya lagi. “Terima kasih Kyu, kau selalu menghiburku. Tapi bagaimanapun kalau membalas Yonghwa rasanya aku sedih sekali. Dia itu suamiku, tapi sekarang ia bahkan tidak mengenaliku.” Seohyun tersenyum manis.

Kyuhyun mengedikkan bahunya, “Bersyukurlah, setidaknya Yonghwa masih hidup.” Jawabnya asal.

“Kau benar.” Gumam Seohyun lembut. “Aku bersyukur. Sangat bersyukur.” Seohyun menatap Yonghwa dengan pandangan rindu. “Kau juga harus berusaha, Kyuhyun.” Ujar Seohyun tidak terduga.

“Kenapa..”

“Kau tidak menyangka kan kalau aku mengetahuinya ?Kaulah yang membagi jiwa dengan ratu Alderal itu.” Ujar Seohyun. Ia memperhatikan reaksi Kyuhyun yang salah tingkah. “Kenapa ?”

“Kenapa apa?” tanya Kyuhyun berusaha berkilah.

“Kenapa kau membagi jiwamu dengan ratu Alderal? Menentang berbagai macam aturan tertulis yang membuatmu dipenjara selama sepuluh tahun dunia kita, demi Tuhan.”

“Saat itu aku masih bocah.” Ujar Kyuhyun tangkas.

“Tapi saat itu kau adalah malaikat yang berpikir paling dewasa dari malaikat seusiamu, Kyuhyun. Berhentilah bercanda dan jawab dengan serius pertanyaanku!” kata Seohyun tak sabar.

Kyuhyun terdiam. “Karena dia istimewa.”

Seohyun mengerutkan alis, “Apa yang istimewa dari gadis kecil sakit-sakitan itu?”

Kyuhyun terkekeh, “Dia memang sakit. Tapi kesakitan tubuhnya itu tidak menghentikan sifat keras kepala dan otaknya bekerja. Hell, dia bahkan ikut dalam peperangan para Hybrid kemarin.”

“Jadi karena dia keras kepala?” Tanya Seohyun bingung. Sayapnya yang cukup ia bentangkan dilipatnya dengan rapi, membuat rambutnya berkilau terkena sinar matahari.

“Keras kepalanya istimewa. Jiwanya istimewa. Ada sesuatu yang istimewa dalam dirinya. Dulu malah kupikir segala sesuatu padanya istimewa. Dia berhasil menarikku dari kebosananku. Tidak ada yang mengira dulu aku hampir saja ingin bunuh diri dilanda kebosanan bukan?” Jawab Kyuhyun menyeringai.

Seohyun menggelengkan kepalanya, “Tidak bisa kupahami. Aku benar-benar tidak bisa memahamimu.”

Kyuhyun mendongakkan kepalanya, menatap dikejauhan, senyuman miring tersungging. “Kau akan segera mengetahui keistimewaannya.”

Tiba-tiba sebuah panah melayang dan menancap di tanah dekat Seohyun. Seohyun membalikkan badannya, kewaspadaannya secepat kilat meningkat mendengar derap kuda yang mendekat. Sesosok perempuan berpakaian kuda khas kerajaan dengan tangan kanannya membawa busur panah, rambutnya yang diikat kelabang ikut bergerak seiring gerakan kuda yang ditumpanginya.

“Maafkan aku. Sepertinya panahku meleset jauh sekali.” Sooyoung memandangi Kyuhyun yang berdiri pada jarak dekat dengan Seohyun. Kyuhyun menatap Sooyoung dan tampang kesalnya dengan geli.

“Aku tidak keberatan, Yang Mulia. Tapi, saya sarankan anda harus mulai belajar memanah dengan lebih akurat.” Seohyun berhasil menjawab dengan kegeraman yang ditahan dengan manis.

“Ah, tadi tanganku hanya sedikit licin. Kau tahu, sering seperti itu saat melihat sesuatu yang membuat penasaran entah mengapa panah ini jadi mengarah ketempat yang tidak tepat.” Jawab Sooyoung yang masih duduk diatas kudanya. Ia menatap sekilas kearah Kyuhyun dengan pandangan mengancam lalu mengetuk pelan kakinya untuk memerintah kudanya maju, “Kalau begitu aku permisi dulu.”

Suara derap kuda cepat terdengar mengecil. Kyuhyun melirik Seohyun yang masih menampakkan ekpresi geram.

“Sekarang kau tahu kan apa keistimewaannya.”

“Dengan jelas.” Ujar Seohyun datar.

+++

Maaf dipotong sampai disini. Silahkan komentar yaa.. No silent reader 😀 whaaat3-onion-head-emoticon

Advertisements

5 Comments

  1. yey akhirnya ada juga lanjutannya setelah sekian lama aku menantimu eon 😀
    makin keren deh ceritanya
    ditunggu deh cerita selanjutnya 🙂
    apalagi yang kelanjutan cerita DTTD sumpah eon tuh ff bikin penasaran tingkat dewa 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s