~KKN~ Desa Sekarat Sinyal …1

Saat mengetik postingan ini, aku dan teman-teman satu kelompok 49 sedang kabur dari kewajiban Kuliah Kerja Nyata di desa Kramat Sukoharjo, Tanggul-Jember. Nah, ini aja sekarang aku lagi dengan nyaman ngadep kipas sambil ngetik diganjel sama guling barbie-ku, hahahaa.  uhuhuh-onion-head-emoticon

KKN yang menyebabkanku tidak bisa sering-sering ngarang FF apalagi baca novel ini bertempat di desa Kramat Sukoharjo, Tanggul-Jember. Dengan start awal KKN Gelombang 1 2012-2013, kelompok 49 yang terdiri dari 8 orang, sekitar tanggal 17 Januari 2013 mulai diterjunkan dan ‘dibuang’ sebenarnya ke desa terpencil ini. sweating-onion-head-emoticon

Oke, awalnya aku bahkan nggak tahu dimana letak desa ini, jadinya santai-santai aja dengan kondisi sepeda motor Revo tersayang seadanya. Pas diajak pergi survei ke desa yang dititah harus ditinggali dan dikembangkan selama satu setengah bulan ini, ternyata JALAN-nya sodara sodara!! Jalannya hancur ! Makadam, Batu-batu besar, aspal yang sudah rusak! OMG. Tentu saja teriakan hati mewarnai sepanjang perjalanan jalan rusak nan licin ini (karena musim hujan). Ups, bukan itu saja, survei awal yang hanya dengan 5 orang ini juga mengungkap bahwa tempat posko kami menginap ini pas sekali dengan kuburan. Horor ? Apalagi saya… -_-“scary-onion-head-emoticon

Ditahan-tahan dengan harapan semoga semakin menanjak keatas (desa ini di area gunung) jalannya semakin bagus ternyata hanya harapan semu semata (ceileh). Jalan yang dilalui malah semakin parah saja, batunya tambah besar-besyar.. Astaga sampai saya nulis typho begini.. HAHHAHAA.. KETAWA DAN BERTERIAK HISTERIS DALAM HATI. dying-onion-head-emoticon

Tapi dibalik medan yang membuat filem 5 cm saja kalah (halah,-alay), ternyata kami sudah disediakan tempat menginap oleh desa-nya. Bila dibandingkan nasib anggota anak KKN lain yang juga berada di Tanggul cuma beda desa yaa sudah termasuk beruntunglah, karena kami hanya diharuskan membayar air dan listrik, free nginap. HEHEHE,, Seneng juga sih, tapi ya itu,, HOROR ,, haha

Oke, hari pertama, Kamis, tanggal 17 Januari 2013, setelah upacara pelepasan yang bertempat di lapangan gedung Soetardjo di area kampus Universitas Jember, akhirnya aku pergi deh dengan motor kesayangan, si Revo, menuju ke Balai desa Tanggul dengan perjalanan sekitar 1-1,5 jam-an (bokong dijamin panas).

Kejutan! Setelah sampai ke balai desa (ternyata barang2 koper dan tas yang dititipkan ke bis sudah diturunkan), ternyata KOPER saya TIDAK ADA! PANIK! KERINGAT DINGIN! Usut punya usut, ternyata koperku saat mau diturunkan ga ada yang ngaku (yaiya, lhawong aku ga ada disana) dan akhirnya kebawa sampai ke daerah SEMBORO, JEMBER. Dengan panik dan keringat dingin, untung saja DPL Tanggul, pak Krisna langsung menelepon untuk diantarkan koperku kembali ke Balai Tanggul *bernapas lega* lonely-onion-head-emoticon

Setelah itu, masalah selanjutnya, yaitu gimana cara membawa koperku yang besar dan bujuh buset berat banget dengan sepeda Revo-ku yang notabene berbeda dengan sepeda motor Matic *Pas ini aku udah siap-siap tali rafia buat ngiket koperku* TERNYATA, Allah membantu lagi, ada temen sekelompok yang keluarganya rela menerobos jalan hancur dan mengorbankan sparepart *lupa namanya, pokoknya papa selalu teriak-teriak kalau mobilnya masuk jalan jelek dan terguncang-guncang*.evil-smile-onion-head-emoticon

Alhamdulillah, sampai ke posko sudah. Dengan teman-teman yang tentu saja masih asing-karena kelompok KKN ini adalah 8 orang perpaduan dari bermacam-macam jurusan, akhirnya kami saling mengenal. Mungkin karena tinggal serumah ya, jadi semua sifat-sifat langsung deh dimengerti. 

Ups ups, sekarang saat aku ngetik ini sih sudah tanggal 24 Januari 2013, yang artinya kami sudah tinggal serumah selama 8 hari-an. Sudah lumayan banyak juga sih kejadian yang terjadi :D. Misalnya saja, rencana awal itu adalah memasak setelah sampai di Posko, eh eh ternyata selang buat kompor gasnya rusak. Karena sudah kelaparan berat dan awal diperingatkan oleh pak Sekdes untuk jangan keluar malam-malam karena bahaya, ehh 2 lelaki = Emen dan Amin, nekad menembus dingin dan udara malam serta ketiadaan lampu kecuali lampu sepeda motor melewati jalan setapak hutan *desa Kramat ini memang desa yang masih banyak pohon-pohon dan hutannya. Gelap dan butuh lampu karena ketiadaan lampu jalan*. Menu malam itu ayam kampung goreng harga Rp. 10.000,00.depressed2-onion-head-emoticon

Kenyataan mengejutkan lain yang sangat sulit diterima oleh manusia yang telah menggantungkan hidupnya pada ponsel dan koneksi internet : TIDAK ADA SINYAL GSM. Hellooo??? Jadi sia-sia saja aku sudah isi paket BB 30 rbu Axis karena ga ada blasss sinyal axis :”(crying1-onion-head-emoticon

Oke, kepanikan 4 orang perempuan dalam satu kamar karena nggak ada sinyal, akhirnya pas lihat ke ruang tamu yang rame nya minta ampun kaya diskotik dengan suara musim berdebum, si cowok-cowok BISA FACEBOOKAN! ternyata usut punya usut juga, di desa itu CDMA lah yang berkuasa. HADUH, PLISS. mana modem Smartfrenku sudah rusak *nangisssss* crying3-onion-head-emoticon

Okee,, lanjut lagi besok ahh buku harian KKN nyaa.. cia00~~~ dong-onion-head-emoticon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s