HIM PART 3 [END]

TITLE                    : HIM

GENRE                  : FANTASY, ROMANCE

RATING                : 20+ ^^

AUTHOR              : pulpen_ijo@yahoo.com

BLOG                     : lembarandaunhijau.wordpress.com

“Aku mencintaimu, Marks. Hatiku sepenuhnya dan seluruhnya untukmu. Malang bagimu, sisa diriku yang lain menyertai perasaan itu. Aku tahu aku bukan pilihan yang bagus. Tapi kumohon padamu untuk tetap menerimaku. Karena aku menginginkan kesempatan untuk membuatmu sebahagia kau membuatku bahagia. Aku ingin membangun kehidupan bersamamu. Please, datanglah padaku Cat, karena tidak mungkin aku bisa selamat darimu. Kau tidak perlu membalas cintaku. Kau tidak perlu jadi milikku. Cukup biarkan aku jadi milikmu.”

-Leo Hathaway for Catherine Marks in Married by Morning by Lisa Kleypas

 

PART 3

Vyn berdiri didepan sebuah batu nisan. Beloved Gareth. Tetesan air mata mengalir perlahan dipipinya yang merah karena kedinginan. Vyn merapatkan mantel tebal yang dipakainya. Gareth, aku merindukanmu. Vyn terisak pelan, kakinya tidak mampu menahan kedukaan karena merindukan Gareth. Kau jahat Gareth! Kenapa kau tega meninggalkanku? Isakannya makin keras, terdengar menyayat di pemakaman itu.

Sakit. Mendengar Vyn menangis seperti itu membuatnya sakit. Gareth mencengkram dadanya erat-erat, menguatkan diri untuk tidak bergegas menuju Vyn yang menangis itu untuk memeluknya, menggendongnya hingga kesedihannya hilang. Jangan kesana! Gadis itu bukan untukmu! Kau hanya akan merusaknya, menenggelamkannya lagi kedalam lumpur kesedihan! Pikirannya menyuarakan tindakan rasional. Jauhi! Jauhi!. Tapi hati nya berkata lain. Sekuat-kuatnya Gareth menahan diri, mencengkram ranting pohon hanya demi kepuasannya, saat ia melihat pundak Vyn yang tergoncang-goncang, ia tidak tahan. Diambil satu langkah ragu-ragu, lalu Gareth berlari.

“Vyn.” Gareth menegakkan wajah Vyn yang sama seperti kondisi setahun lalu, penuh dengan air mata. Diusap lembut air matanya, mengabaikan ketercengangan Gareth.

“Ga.. reth.” Semburan lirih Vyn teredam pelukan Gareth. Gareth memeluknya dengan sangat erat. Seperti tidak ingin melepaskan Vyn.

“Maaf. Maafkan aku.” Gareth membenamkan hidungnya ke rambut Vyn, berusaha mengendalikan dirinya. “Maaf. Maaf Vyn.”

“Kau…jahat. Sudah kuduga… kau memang… masih hidup. Kau jahat, Gareth…. Jahat…” Vyn menangis, berkata dengan suara tersendat karena tangisannya. Ia memukul lemah pundak Gareth yang sedang memeluknya. Vyn melemas. Ia balik memeluk Gareth. Seseorang yang dicintainya. Satu-satunya miliknya yang paling berharga.

Mereka diam. Vyn menatap lurus kedepan. Pundaknya lurus seperti papan. Biar bagaimanapun salah Garreth karena telah membohonginya. Vyn merasa sakit hati tapi juga lega. Hanya saja bila Vyn mengingat keadaannya selama setahun itu, Vyn jadi merasa malu dan jengah. Gareth memandang kearah Vyn yang tidak melonggarkan pundaknya sedikitpun. Ia lalu memegang pundak Vyn, membuat Vyn sedikit tersentak tapi tidak menolak sentuhannya.

“Dengar Vyn.,” Garreth memalingkan wajah Vyn menghadap kearahnya. “Walaupun hal yang kuceritakan padamu ini akan terkesan nonsense, tapi kumohon percayalah padaku.” Garreth memberikan Vyn tatapan bersungguh-sungguh. Mata Vyn mendingin.

“Percaya padamu? Kenapa aku harus mempercayaimu? Kau sudah membohongiku selama setahun penuh, dan sekarang KAU ingin aku mempercayaimu?” tandas Vyn dengan tajam dengan nada kecewa. Garreth hanya memandangnya sedih.

“Aku,, benar-benar minta maaf telah melibatkanmu selama ini. Sebenarnya semua kejadian ini ada tujuannya.” Jawab Garreth pelan. Vyn mendongakkan dagunya.

“Karena aku punya banyak waktu, aku akan mendengarkan ceritamu. Silahkan.” Jawab Vyn sekenanya. Matanya masih dingin menatap Garreth. Gareth menarik napas dan menghembuska pelan.

“Well, aku lahir tahun 1717.” Ucap Gareth mantap. Vyn mengerutkan kening. “Kalau kau berpikir kau dapat berbohong lagi, maka kau…” “Ini kenyataan Vyn. Sudah kubilang, dengarkan dulu ceritaku, dan percayalah padaku.” Sergah Gareth. Vyn menunduk dan mengangguk.

“Baik, aku lahir ditahun 1717, memang kau akan menganggapku mustahil dipercaya, tapi sejak berumur 25 tahun, aku tidak akan bisa bertambah tua. Itu karena garis keturunan keluargaku.” Vyn menatapnya dengan pandangan bertanya tapi tidak memotong Gareth. “Keluargaku mempunyai garis keturunan yang.. unik. Kami tetap akan mati tentu saja, tapi dalam waktu yang sangat lama. Nenek buyutku bahkan hingga saat ini masih bisa berlari mengejar pria pria muda di Paris.” Gareth diam lalu melanjutkan, “Aku menganggap hidup normal itu suatu permainan. Aku dan saudaraku. kami bertaruh untuk menjalani kehidupan sebagai pemuda normal selama 5 tahun. Aku di kota ini dan saudaraku di Amerika. Kami akan tertawa, bersenang-senang, bercinta, selama 5 tahun. Dengan satu syarat, kami tidak boleh membocorkan identitas kami yang sebenarnya.”

“Lalu kenapa kau sekarang menceritakan padaku ?” tuntut Vyn. Gareth menyeringai.

“Awalnya aku merasa kalau taruhan itu benar-benar sangat gampang.” Ujarnya. “Hingga aku bertemu denganmu.” Vyn terbelalak. “Kaulah Vyn, yang membuat jantungku kembali berdebar lagi. Senyummu itu menjengkelkanku awalnya, menimbulkan naik turunnya emosiku yang kukira sudah mati karena terlalu lama hidup.” Gareth memejamkan matanya, dan melanjutkan, “Kesalahan terbesarku adalah aku mencintaimu.” Gareth menolehkan kepalanya kearah Vyn, melihat reaksi Vyn.

Vyn bingung, sekaligus takjub. Senang tapi juga ngeri. Vyn balik menatap Gareth. Gareth melihatnya dengan pandangan bertanya, penasaran. “Aku…”

Jantung Gareth berdebar-debar, menunggu jawaban dari Vyn. Ia menatap lekat Vyn.

“Aku membencimu. Setidaknya saat ini.” Jawab Vyn. Matanya tegas menatap Gareth. Gareth tertegun. Vyn berdiri dan mencondongkan wajahnya kearah Gareth yang masih membeku. Ditepuknya pipi Gareth dengan ringan, “Jadi sudah tugasmulah membuatku menyukaimu lagi. “ bisik Vyn tepat ditelinga Gareth. Vyn langsung berjalan berbalik pulang meninggalkan Gareth yang masih belum beranjak dari tempatnya.

“Kau benar-benar membuatku menginginkanmu Vyn.” Bisik Gareth lirih.

The end

Advertisements

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s