My Lord My Love Part 2

Judul              : My Lord My Love Part 2

Author           : Nidya (pulpen_ijo@yahoo.com)

Genre              : paranormal, romance

Rating             : 18+

Main Cast      :

                        Siwon as Hades  (God of Underworld)

                        Sooyoung as Persephone (Goddess of Harvest)

Other Cast     :

                        KyuHyun (SUJU) as Cerberus       

                        Lee Teuk (SUJU) as Zeus

            Haii ! Haiii! Ini part 2 dari FF adaptasi Hades&Persephone yaa! Gomawo sudah baca yang part 1!!! Mian banget kalo ada typho, salah kata, salah kalimat, geje, gag nyambung de el el. Yang penting mainkan imajinasi kalian untuk menggerakkan cerita ff ini yaa! Akhir kata, author minta saran dan kritik yaa. Tinggalin jejak juga boleh, tinggalin rendang juga boleh. Hahhahahaa! Have a nice reading!!

 

-Author POV-

“Kelinci,,, ayo kesini kelincii..” Soo Young membuka kedua belah tangannya, berusaha membujuk kelinci itu untuk mendekat padanya. Dan gagal dengan sukses. Kelinci itu malah lari lebih jauh kedalam hutan.

“Ehh Ehh… Kenapa kau malah lariii…. ?” SooYoung mengejar kelinci itu, menyingsingkan rok gaunnya yang panjang semata kaki dan berlari. Diam-diam mensyukuri karena ia memakai sandal tadi. Kelinci itu melompat dengan sangat cepat, menyelip-nyelip diantara sesemakan. Soo Young penasaran. Ia semakin jauh masuk mengikuti kelinci itu kedalam hutan. Pohon – pohon yang pada awalnya berjejer renggang sekarang semakin rapat. Bahkan sinar matahari yang terik itupun hanya bisa mengintip malu-malu diantara daun-daun. Tapi Soo Young tidak mempedulikan hal itu. Ia bisa sangat keras kepala dengan keinginannya. Dan keinginannya sekarang adalah menangkap kelinci itu.

Uff.. kakinya menginjak akar yang tertanam di tanah. Kejadiannya cepat sekali. Ia tidak sempat berteriak. Soo Young terselip akar yang tumbuh tidak tahu aturan dan terguling menuruni bukit. Badannya beberapa kali terkena permukaan batu yang dia gulingi. Rambutnya terselip daun-daun kering dan tanah. Ia jatuh. Dan setelah ia selesai terguling, Soo Young pun pingsan.

-==-

Siwon terbangun dalam dengan perasaan tidak enak. Ada sesuatu yang mengganggunya. Sesuatu. Atau seseorang. Ia beranjak berdiri sambil merapikan rambutnya, menatap sekelilingnya. Sekitarnya tampak lesu. Dan diam. Cicitan burung sudah menghilang. Ada apa pikirnya. Rusa, tupai, dan beberapa jenis hewan hutan mengelilingi satu tempat. Siwon menghampirinya, merasa penasaran. Hewan-hewan itu berkeliling, bahkan kuda hitamnya, Royce juga tampak diantara kerumunan itu. Seorang perempuan. Perempuan yang selama ini hadir dalam mimpinya. Sang dewi tampak tidak sadarkan diri, tubuhnya luka luka tergores bebatuan. Di siku, lutut dan belakang kepalanya dilihatnya ada aliran darah. Siwon segera berlutut, menopang kepala Sooyoung dengan hati-hati.

“Kyuhyun.”

Kyuhyun langsung berada disebelahnya dalam sekejap. Ia melihat hyungnya menggendong seorang perempuan dengan hati-hati. Ia menatap mereka penasaran, tidak biasanya hyung bertindak penuh dengan kasih sayang seperti itu. Ia melihat sekilas luka-luka di sekujur tubuh perempuan itu dan tahu kalau kondisinya sangat serius.

“Kita pulang.” perintah Siwon, dengan tangkas menaiki Royce, kuda hitamnya. Kyuhyun mengangguk, melambaikan tangan dan sebuah aliran energi tampak didepan mereka, menelan mereka dan mereka menghilang.

-==-

“Panggilkan Yoona.” Perintah Siwon singkat. Yoona adalah seorang penyembuh di dunia bawah. Kyuhyun segera menghilang untuk melaksanakan perintah meninggalkan Siwon yang masih beranjak menuju kamar tidurnya. Siwon meletakkan Sooyoung dengan hati-hati, menjentik jarinya sehingga gaun panjang Sooyoung berubah menjadi gaun tidur. Ia menyingkapkan rambut depan Sooyoung yang menempel di pipi.

“Saya menolak mengobatinya, Yang Mulia.” Tegas Yoona dengan gaun merahnya yang indah. Kedua lengannya bersedekap dengan pandangan jijik kearah Sooyoung yang menurutnya terlihat menjijikkan dan tidak pantas mendapatkan pengobatan. Siwon melirik datar, perhatiannya masih tertuju pada Sooyoung.

“Alasannya ?” nada Siwon terdengar dingin.

“Dia adalah dewi dunia atas. Ia sama sekali tidak pantas mendapatkan pengobatan saya. Dewa-dewi dunia atas lah yang menyebabkan kita terperangkap disini sepanjang waktu.” Jawab Yoona keras. “Lebih baik mereka semua mati saja.” Tambahnya dengan nada benci. Kilat terlihat dimata Siwon. Ia mencengkram leher Yonna dan menabrakkannya dengan kasar di dinding. Yoona terlihat ketakutan, kejadian langka hingga Siwon mengasari seorang perempuan.

“Kau berani-berani mempertanyakan kekuasaanku, wahai perempuan ? Aku bisa saja menghancurkanmu, menyiksamu, dan menghancurkanmu lagi dan lagi dipenjara paling bawah. Kau mau begitu?” Siwon masih mencengkram leher Yoona, menyuarakan dengan suara rendahnya penuh otoritas. Yoona menggeleng pelan, pandangan matanya kaku dan ketakutan. “Bila kau, secara sengaja maupun tidak sengaja, berusaha menyakiti gadis ini, aku akan memastikan seratus kali balasan setimpal pada dirimu dan keluargamu. Pilih saja.” Siwon melepasnya dan Yonna segera berlari menuju Sooyoung dengan pucat.

-==-

“Ia yang bersalah, Yang Mulia! Berani-beraninya wanita jalang ini merebut suamiku!” seorang perempuan paruh baya yang terlihat alim menunjuk seorang perempuan cantik disebelahnya. Di dunia bawah ini, walau mereka yang mempunyai masalah dipertemukan pun mereka tidak akan berkelahi secara fisik. Mereka hanya bisa menumpahkan masalah mereka pada Siwon, bertukar kata-kata hinaan verbal dan mendengarkan keputusan penghakiman dari Siwon.

Perempuan yang ditunjuk itu mencibir. Matanya melirik menghina pada perempuan paruh baya yang menuduhnya merebut suami, walau sebenarnya itu benar. “Kalau saja kau menyambut suamimu dengan ramah dan bukannya marah-marah menuduhnya serong setelah pulang kerja dia pasti akan menjaga kesetiaannya, dasar wanita bodoh” ujarnya pedas.

Perempuan paruh baya itu terdengar ngeri. “Kau!! Kaulah yang menjerumuskan suamiku sampai seperti itu! Bukankah kalian sejak awal memang menjalin affair terselubung? Akui sajalah, dan dapatkan hukumanmu!” jeritnya.

“Huh! Suamimu itu pada awalnya setia padamu, bodoh! Ia berulang kali menolak kehangatan yang kuberikan karena kau selalu menuduhnya macam-macam dan sulit berbaikan dengannya. Ia bahkan selalu mengatakan kalau ia selalu mencintaimu dan tidak ada yang paling ia cintai selain dirimu. Kaulah yang menghancurkannya! Menuduhnya tanpa bukti, mendiamkan saat ia ingin menjelaskan masalah kalian, menutup telinga dan mata atas semua kebaikannya. Bahkan aku, seorang wanita jalang ini saja benar-benar tersanjung dengan pengorbanannya, tetap bertahan disisimu karena ia mencintaimu!” perempuan cantik itu mendengus kesal terhadap perempuan paruh baya yang terlihat shock.

Siwon melihat pertengkaran itu dengan ekspresi bosan. Cinta, harta dan nafsu tidak akan habisnya. Ketiga hal itulah yang membuat sebagian besar penghuni neraka ini berada di selnya. Siwon membisikkan keputusannya kepada Kyuhyun yang langsung disuarakan, “Kalian berdua akan diukum selama 1 abad untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kalian ini. Ah, dineraka tingkat tiga.” Kedua perempuan itu melongo, dan langsung menyuarakan keberatan mereka. Siwon mengibaskan tangannya. Saat ini, mereka pasti sedang menikmati kejutan-kejutan di neraka tingkat tiga. Kyuhyun berdehem.

“Bukan maksudku mempertanyakan keputusanmu Hyung, tapi apa kau tidak terlalu keras pada mereka ?” Siwon melirik Kyuhyun. Mendesah dan menyesali kepolosan Kyuhyun.

“Ingatlah Kyu, nafsu manusia itu tidak akan pernah ada habisnya. Bila ia sudah mendapatkan sesuatu, beralih ke sesuatu yang lebih besar lagi, membuat semuanya terkena efek negatif. Kau kira masalah mereka hanya berakhir seperti itu saja? Keributan mereka itu membuat malu anak-anak perempuan itu sehingga mereka berakhir disiksa dan dibully oleh teman-teman sekolahnya, perbuatan mereka menyebabkan perusahaan si suami memblacklist keluarga si suami karena mengira virus kegilaan mengalir di anak-anak mereka, ibu perempuan cantik itu menderita gagal jantung dan menurut informasi yang kuterima, dia berhasil masuk ke neraka tingkat satu. Semua ini hanyalah siklus, Kyu. Kadang kala mereka merasa tindakan mereka terbaik bagi mereka. Keegoisan. Itulah masalah manusia.” Siwon berlalu, “Kuserahkan urusan selanjutnya padamu.”

-==-

Sooyoung terbangun. Hangat dan nyaman. Harum. Dimana aku? Matanya mengerjap. Ia melihat sekelilingnya, gelap. Aku tidak tahu kalau kamarku segelap ini.

“mmnn…” Sooyoung mendesah lirih, menyukai kehangatan dan kenyamanan yang diberikan. Jarinya meraba-raba dengan tidak sadar. Keras, seperti kulit. Kulit? Ia mendadak membuka lebar matanya. Kaget. Disebelahnya tidur seorang lelaki. Nafasnya bergema dengan aliran lembut. Jantung Sooyoung berdebar. Ia melihat gaunnya yang sudah berubah menjadi gaun tidur. Apakah aku… tidak, tidak mungkin. Tentunya ia akan merasa kan? Tapi…

“Tidak. Kita tidak.” Suara itu menyadarkan Sooyoung kalau ia menyuarakan pikirannya keras-keras. Tanpa sadar wajahnya memerah dan melotot ngeri kearah namja yang tidur disebelahnya itu. Matanya abu-abu menghipnotis, persis seperti mimpi yang sering menghantuinya. Ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, berupaya menghindari tatapan intens namja itu. Dan Sooyoung akhirnya menyerah.

“Siapa kau?” tanyanya. Kedua tangannya mencengkram erat pinggiran selimut yang diselempitkan sepanjang dagunya. Matanya menatap tajam namja yang sedang menikmati kekalutan Sooyoung.

Siwon tersenyum, tidak menyangka bila Sooyoung selucu ini. Pertama kali Siwon tahu kalau Sooyoung adalah anak dari Hyoyon, dewi kesuburan yang kasar dan seriusnya luar biasa itu, ia sudah menyangka sikap Sooyoung akan seperti ibunya. Ternyata malah berkebalikan sekali. Siwon tersenyum kecil. Ia benar-benar senang. Siwon mendekatkan wajahnya, memandang lekat-lekat mata hijau yang selama ini menghantuinya. Sooyoung masih merasa takut pasti.

“Kau pasti mengenalku.” Bisiknya. Napasnya menghembus membelai lekukan  pipi Sooyoung yang mulus. Siwon tidak mengalihkan tatapannya dengan mata hijau Sooyoung.

“Aku.. Kau… Siwon ? Dewa penguasa bawah tanah?” jantung Sooyoung berdebar dengan kuat. Wajahnya terasa menghangat. Ia sekarang sedang memandang langsung versi nyata dari gosip-gosip yang beredar. Kedekatan mereka yang hanya beberapa cm memisahkan ini memperkuat ingatannya tentang Siwon. Alisnya, matanya, bibirnya. Ia lebih tampan secara nyata, putusnya. Ia menatap balik Siwon yang masih memandangnya. Semenit, lima menit berlalu, Siwon belum memutuskan pandangannya pada Sooyoung. Mereka masih berpandangan, Sooyoung beberapa kali melirik ke bibir Siwon. Entah kenapa, dorongan untuk mendekatkan diri beberapa senti lagi menguat.

Siwon kaku. Ia menelan semua yang ada didiri Sooyoung. Ia hanya dapat memandangnya, menghirum keharuman tubuhnya. Ia menyadari Sooyoung yang berulang kali melirik ke arah bibirnya. Siwon memutuskan kalo ia sudah haus untuk mencicipi Sooyoung. Ia mendekatkan kepalanya dengan perlahan, tatapan Sooyoung meredup, Sooyoung nyaris menutup matanya. Siwon menguji, tidak menyentuh tapi merasakan, hanya sekilas tapi merasakan, menggoda. Sooyoung mendesah pelan, ia mengangkat sedikit kelopak matanya, mencoba mengalirkan jari jemarinya dan mengelus pipi Siwon, membelit pada kepekatan rambut Siwon. Akhirnya Siwon menempelkan bibirnya, aliran listrik seperti meledak disekitarnya. Siwon mendengar lampu gantung di kamar itu pecah, dan diluar para pelayan menjerit karena satu persatu lampu gantung pecah. Siwon tidak peduli. Yang dipelukannya ini adalah Sooyoung, akhirnya ia bisa merasakannya.

Siwon memperdalam ciumannya, meninggalkan jejak manis  diujung bibir Sooyoung. Menikmati setiap saatnya.

“Hyung! Hyung! Leteuk ingin bertemu denganmu!” suara Kyu menyadarkan Sooyoung. Ia dengan kaget mendorong Siwon. Siwon dengan enggan beranjak dari ranjang.

“K..Kau…itu tadi…” Sooyoung berkata terbata-bata. Wajahnya semerah tomat. Bibirnya memerah seperti habis dicium. Siwon tersenyum, mendekat lagi dan mencium kelopak mata Sooyoung.

“Itu tadi hanya salam perkenalan. Tidak kusangka akan sedahsyat itu.” Siwon mengedipkan sebelah matanya menggoda dan keluar dari kamar. Sooyoung masih terpaku, terperangah dengan efek ciuman Siwon. Wajahnya masih merah. Pecahan-pecahan lampu gantung tersebar di sofa sebelah ranjangnya. Sooyoung menyentuh bibirnya dengan jarinya. Selimut kusut dipangkuannya. Pikirannya menerawang. Astaga.

Nah lohh,, Sooyoung akhirnya sudah ketemu nih sama Siwon. Apakah perbedaan derajat mereka akan menghalangi mereka untuk bersama? Upss mau dibuat bersama atau berpisah yaa…. #author jahat sambil senyum licik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s