HIM PART 2

GENRE          : FANTASY, ROMANCE

RATING         : 20+ ^^

AUTHOR       : pulpen_ijo@yahoo.com

BLOG             : lembarandaunhijau.wordpress.com

PART 2

DECEMBER 1889

Setahun berlalu sejak kejadian malam itu. Aku kadang bertanya-tanya, apakah aku bermimpi atau itu kenyataan. Gareth benar-benar sudah tiada. Aku menjalani hidupku seperti bayangan.

Mataku menerawang.Melihat keluar jendela.Tidak ada Gareth.Tidak ada senyumannya. Tidak ada pelukannya. Tidak ada debat cerdas yang selalu kurindukan. Haruskah aku bergerak dari titik ini ?

Lelaki itu memiliki mata merah yang menakjubkan. Bukan merah seperti orang bergadang yang malah terkesan kecanduan obat, tapi merah tua tepat di iris matanya. Rambut hitam legamnya tersisir rapi ke belakang, tapi tetap saja ikal di belakangnya menyapu kerah bajunya. Dasinya terpasang rapi, menyatukan dua sudut kerah kemeja yang kelihatannya dikanji dengan hati-hati. Secara umum lelaki itu tampan, secara khusus lelaki itu menakutkan.Tom bergidik pelan. Ia sudah bersahabat dengan Gareth selama berabad-abad tapi tetap saja tidak dapat menyingkirkan kekaguman konyol pada sahabatnya itu.

“Sobat…” Tom menepuk pelan bahu Gareth. Gareth menyeringai sambil menaikan satu alisnya yang tebal tapi membingkai sempurna mata merahnya itu.

“Tom… kukira kau sedang pergi ke Rusia, mencari soulmate-mu ..” Gareth beranjak mencari botol Brandy dan dua cangkir, lalu meletakkannya didepan temannya itu. Tom dengan penampilan berantakan, jangkung tapi berotot ditempat yang tepat adalah temannya sejak kecil. Sudah berapa ratus tahun sejak ia mengingat masa kecilnya ? Ahh ia lupa.

Temannya itu hanya tertawa terbahak. “Maksudmu apa Gareth ? Bukannya kau yang tergila-gila pada gadis itu selama beberapa waktu ? Seperti remaja yang dimabuk cinta. Menakjubkan kalau mengingat umurmu yang sebenarnya” Gareth menatap Tom tajam. Tom membalas dengan tatapan mata yang sama membangkangnya sambil tersenyum jahil. Gareth menghela napas pelan.

“Pliss. Jangan mengingatkanku padanya. Ada saat-saat dimana aku berharap kalau aku benar-benar aku saat itu.” nada suara Gareth merana sambil pandangannya beralih ke luar jendela. Dimana hanya ada semburat awan putih dan langit biru. Continue reading

Advertisements

HIM PART 1

GENRE          : FANTASY, ROMANCE

RATING         : 20+ ^^

AUTHOR       : pulpen_ijo@yahoo.com

BLOG             : lembarandaunhijau.wordpress.com

 

PART 1

DECEMBER 1888

Bukan salahku bila ia merenggang nyawa. Bukan salahku bila ia mati. Ya Tuhan! Aku bahkan tidak bermaksud mencelakakannya! Sumpah!

Aku hanya mengundangnya ke gudang belakang gedung opera. Bermaksud menyatakan cintaku. Anggapan dan harapanku yang berharap ia akan menerima pernyataan cintaku lalu ternyata kami saling jatuh cinta, seperti di novel yang kerap kali kubaca. Memang sih, kami janjian jam 7 malam. Dan memang pula aku terlambat, tapi aku terlambat itu pun tidak disengaja. Aku sudah terburu-buru, membuat kusir melarikan kereta kuda secepat yang ia bisa.

Suasana sepi saat kusampai di belakang gedung opera. Hanya terlihat lalu-lalang pasangan yang puas setelah menyaksikan pertunjukan malam itu. .Aku cepat-cepat berjalan ke tempat janjianku dimana kami seharusnya bertemu. Saat itu udaranya dingin sekali. Terdengar suara kodok yang bersaut-sautan seakan menambahi konsel acara malam itu. Kakiku kelu, tenggorokan ku kering seakan aku belum pernah mengenal air.

Ia disana.

Lelaki itu ada disana, menunggu dengan menyandarkan bahunya yang bidang sambil menghisap tembakau yang dilinting. Aku tersenyum senang, lalu menaikkan sedikit gaun yang kupakai agar dapat berjalan lebih cepat. Ia melirikku dan tersenyum tipis. Entah kenapa, tatapannya malam itu tidak bisa aku lupakan. Terkesan sedih dan…   tiba-tiba kaca berukuran besar meluncur jatuh. Menimpanya dengan kecepatan yang mengejutkan. Aku bahkan tidak sempat berkedip. Membatu kaku. Tidak ada yang bisa kulakukan untuk mencegah peristiwa itu terjadi. PYARR!! Serpihan-serpihan kaca membentur tanah, tubuhnya roboh, bersimbah darah.

Suara teriakan mengejutkanku, mengalahkan simfoni suara alam. Aku tidak menyadari kalau itu suaraku. Yang kutahu, pikiranku mendadak kosong. Mataku gelap. Tapi sekilas aku mendengar suara orang-orang yang tergopoh-gopoh karena teriakanku. Aku pingsan. Continue reading

My Lord, My Love PART 1

Kenangan tidak akan hancur. Tidak jika kau ingin menyimpannya. Piring-piring hanya benda, sama seperti foto. Pengingat yang efektif, tapi kalau foto itu hilang, kau hanya akan kehilangan selembar kertas. Kenangan ada di dalam hatimu. Cara kau tersenyum waktu kalian berdua mendengarkan lagu yang kalian sukai, ingatan akan warna pakaian yang dikenakannya waktu pertama kali bertemu… hanya kepedihan yang bisa memudar, kalau kau mengizinkannya. Ciptakanlah kenangan baru. Itu sebabnya matahari selalu bersinar, mengapa eskrim terasa lebih enak…

-Baby On Loan by Penny Jordan-

 

Judul              : My Lord, My Love Part 1

Author            : vina (pulpen_ijo@yahoo.com)

WEB               : lembarandaunhijau.wordpress.com

Genre             : paranormal, romance

Rating             : 18+

Main Cast      :

                        Siwon as Hades  (God of Underworld)

                        Soo Young as Persephone (Goddess of Harvest)

Other Cast     :

                        Tae Yon (SNSD) as Artemis

                        Jessica (SNSD) as Athena

                        Hyo yon (SNSD) as Demeter

                        KyuHyun (SUJU) as Cerberus       

                        Lee Teuk (SUJU)  as Zeus

-Siwon POV-

Hanya ia yang memiliki tawa seperti itu. Tawa yang berbeda dan lain dari wanita lain. Kenapa aku merasa seperti ini? Berdebar-debar tidak karuan. Seperti remaja yang tidak bisa mengendalikan hormon saja. Sadar Siwon! Sadarlah! Ia bukan untukmu! Soo Young itu cahaya, dan kau adalah kegelapan. Soo Young ibarat bunga, dan kau ibarat batu. Soo Young ibarat air dan dirimu yang hina ini ibarat api. Kau dan dia sangat bertolak belakang! Ia cocok di musim semi, dengan bunga-bunga yang bermekaran di padang bunga pinggir sungai, dan kau? Kau hanya cocok di kegelapan, tempat tanah gersang dan kering, dimana tidak ada matahari yang menyinarimu. Kegelapan. Kesuraman. Kau tidak pantas untuknya. AKU tidak pantas untuknya. Continue reading

My Succubus For Me Part 2

Title                : My Succubus for me

Author            : pulpen_ijo@yahoo.com

Genre             : Fantasy, Romance, Heat

Rating             : 21+

Part                 : 2

Suhu ruangan sudah berangsur-angsur hangat. Kontribusi api perapian yang dibuat secara terburu-buru ini lumayan juga pikir Rafe. Dipalingkan muka, tatapannya mengarah ke gadis yang menggelung seperti bola bulu dikursi berbeledu hijau. Rambutnya tersebar dipermukaan kayu kursi yang masih hitam walaupun dimakan jaman. Pikiraannya mengembara, memilah satu demi satu, menyusun, menggabungkan lagi.

“Aku… kau tahu siapa aku.. ?” bisikan lirih keluar dari gadis itu. matanya mengarah ke Rafe dengan sorot mata memohon. Rafe berjongkok disebelahnya, menyisir rambut panjang yang lembut itu dengan jemarinya. Mau tak mau Rafe merasa kasihan, dan kaget sebenarnya karena eksperimen kakaknya yang dianggap keluarga sebagai orang gila itu ternyata berhasil. Memanggil succubus. Dari jaman dahulu kala, menurut berbagai macam kalangan, Succubus adalah makhluk sihir yang erotis dan terkesan menjurus pada tindakan sex. Rafe memperhatikan gadis didepannya yang mulai bisa menenangkan dirinya. Gadis polos ini hanya manusia biasa, putusnya. Tidak mungkin dia adalah seorang succubus, pikir Rafe.

“Kau ini calon istriku.” Jawab Rafe. Terkejut sendiri dengan kebohongannya yang menyedihkan. Seketika gadis itu membelalak. Mulutnya yang mungil membentuk kata o. “Ah, tolong jangan salah sangka, kau menjadi calon istriku karena kita dijodohkan. Kita tidak punya perasaan satu sama lain.” Ujar Rafe cepat-cepat. Demi Tuhan, sekalian saja aku dibakar di tungku panas karena membohongi gadis polos.

“Aku calon istrimu? Jadi siapa namaku?” gadis itu memperhatikan Rafe dengan ketelitian yang tinggi. Tidak menyangka sama sekali sosok didepannya adalah calon suaminya sendiri. Hatinya menjadi lebih tenang. Senyum mulai tersungging di bibir mungilnya. Continue reading

Julia Quinn – When He Was Wicked

Dalam setiap kehidupan ada titik balik. Saat yang begitu luar biasa, begitu tajam dan jernih sehingga seseorang merasa seakan dadanya dihantam dengan keras, tak bisa bernapas, dan tahu, benar-benar tahu tanpa keraguan sedikitpun bahwa hidupnya takkan pernah sama lagi

Julia Quinn – When He Was Wicked

 

“Karena aku mencintaimu, terkutuklah diriku. Karena sejak dulu aku mencintaimu. Karena aku mencintaimu saat kau masih bersama John, dan aku mencintaimu saat aku berada di India, dan hanya Tuhan yang tahu betapa aku tidak layak mendapatkanmu, namun aku tetap mencintaimu.”

Julia Quinn – When He Was Wicked

Penny Jordan – Baby on Loan

Kenangan tidak akan hancur. Tidak jika kau ingin menyimpannya. Piring-piring hanya benda, sama seperti foto. Pengingat yang efektif, tapi kalau foto itu hilang, kau hanya akan kehilangan selembar kertas. Kenangan ada di dalam hatimu. Cara kau tersenyum waktu kalian berdua mendengarkan lagu yang kalian sukai, ingatan akan warna pakaian yang dikenakannya waktu pertama kali bertemu… hanya kepedihan yang bisa memudar, kalau kau mengizinkannya. Ciptakanlah kenangan baru. Itu sebabnya matahari selalu bersinar, mengapa eskrim terasa lebih enak…

-Penny Jordan – Baby on Loan-