Unbrickandroid.com – Service Hp paling ajaibh

​Jadi cerita lagi ya. 

Aku punya samsung Galaxy Note 3 N900, and ga bisa dicharge pas keadaan nyala. Udah dibawa ke service center, katanya mereka menyerah dan mau ganti mesin. Vonisnya sih harus ganti IC. Antara Ic Charging atau Ic power. Masalahnya penggantian IC di hp itu beresiko besar sekali, kemungkinannya 50:50, HP sehat atau malah mati total.  

Jadi intinya service center HP Resmi itu kayak buat service yang gampang gampang doang dengan biaya mahal 😂

Terus browsing-browsing dan ketemu webnya http://www.unbrickandroid.com

Tanya-tanya dulu via wa, divonis harga kisarannya 900 ribuan, well masih lebih murah dibanding ganti mesin 😂. Cari perbandingan juga di service center deket deket jakarta juga ga ada yang bisa nanganin karena probablitas mati yang besar. 

Sampai akhirnya aku memutuskan untuk mengirimnya. Karena sudah lelah dengan segala penolakan service center

Menunggu sekitar 3 harian kayaknya. Akhirnya memberanikan diri tanya. 

Jreng. Dapat konfirmasi HP SELESAI !!! 

LANGSUNG GUE TRANSFER

Dan keesokannya langsung pula dikirim lewat JNE. 

Karena permasalahan utama di charger, yang ga bisa dicharger dalam keadaan hidup, akhirnya aku coba deh. 

7.05 di 50%

7.06 di 51% 😉

IT WORKS GREAT !!! 

Thank you soo much crew di unbrickandroid.com. 

Ga bisa ungkapin betapa senangnya aku. Alhamdulillah Ya Allah. 😍😍😍😍😘

Garansi : 2 Bulan 😂

So buat kalian yang desperate service hape khususnya ganti IC Emmc, jangan ragu ke crewnya unbrickandroid.com di Cianjur. 

They doing magic ! 

Malah BB GLow Treatment

Setelah melalui perjuangan perjalanan dari Jakarta Selatan ke Sunter, pas nyampai disana, diperiksa dan ternyata masih ada jerawat radang 😭. Jadi terpaksa switching paket ke Bb Glow Treatment sajah 😂

Jadi sebenarnya Bb glow itu juga pake jarum ya, cuma jarumnya dipermukaan doang. Kalo dermapen kan sampe 1 mm ke dalam kulit, jadi berdarah. 

Lagi – lagi bb glow di misslie juga. Murah kok, cuma 1.850k per 4x treatment. Itu paket ya. Kalo sekali sih 550k kayaknya. 

Yang jelas steril banget disini, dateng-dateng, para klien harus cuci tangan, cuci kaki, gosok gigi.. Bercanda ding bagian gosok giginya 😂

Semua serba baru, dari recycle sheet (ini buat alas kepala kita) jadi tempat tidurnya steril dan kepala kita nggak bakalan ketularan kutu #eh. Sponge pun baru. This is what I like. 

And misslie juga yang rekomendasikan aku masker Aztec, dan memang bener banget masker ini superb. Pakai 2 kali sehari buat very very trouble skin kaya aku, tapi pakainya 15 menit saja. Jangan melebihi itu loh ya, ntar ngelepasnya sulit. 

Aku beli masker aztec 2lbs (stoknya adanya ini! Bisa habis setahun deh 😭) harganya cuma 430k. Lumayan diskon. 

Kemarin sih aku combine sama Lemon Muesli nya The bath box. Jadi aku pake Aztec dulu, baru si lemon muesli. Kalo lemon muesli ini 30 gr harganya 60k. 

Pengen sebenarnya nyobain acne mask nya Shoppasoap, review di instagramnya menggiurkan. 😂 . Tapi entah kapan mau belinya, secara duid lagi mutung ini bulan ini. Minjemin temen, sama service hp note 3 pula. 

Erha, Kembali lagi. 

Setelah kemarin coba coba dokter lain, akhirnya kembali lagi ke Erha. Oke maafkan diriku yang labil ini. 😭

Jadi kenapa dulu bisa memutuskan pindah dari Erha ? Karena setelah pindah dari Bali, dan kembali ke Jawa, unfortunatelly aku merasa tidak cocok dengan dokter di erha surabaya dan bekasi. 

Ini balik lagi ke erha karena temenku yang punya masalah jerawat yang sama denganku, merasa cocok dengan dokter di Erha Bintaro. 

Dan siapakah namanya ? 

Jreng jreng jreng !!

DR. Suksmagita Pratidina. Spkk. 

Dia ada di erha bintaro. Tapi kalo mau liat jadwalnya, jangan di web Erha deh, karna banyak ngaconya. Mending tanya langsung sama cs Erha Bintaro. 

Ngasih obat juga ga macam-macam dan btw aja yaa, dokter Suksagita ini cantiknya natural banget loh ! Seneng banget liat wajahnya kayaknya ngadem banget. Cara bicaranya juga khas orang pintar tapi sama sekali nggak menggurui kita. Recommended banget deh ini dokter. 

Aku dikasih : 

  • Sabun Muka BP
  • Pagi : Amg 8; FTA
  • Malam : Amg 6; Totol jerawat

Total Kerusakan : Lupa pastinya, sekitar 558 ribuan kali ya, sudah termasuk Konsultasi dokter. eh 527 ding, 😂 baru nemu kuitansinya


Kita lihat hasilnya 😉
Keder banget akhir akhir ini ada yang bilang Erha steroid.Tapi aku konsultasi sama temenku yang expert bidang skincare, memang kalo kulit edisi Jerawat bendol model bisul kaya aku ini harus diobati dulu. Baru kalo sudah sembuh, which is mungkin 2 tahunan kali ya, dilepas perlahan-lahan dengan obat dosis yang diturunkan, dan bisa kembali pakai skincare apa aja. 

Kalo masih radang gini ya tetep harus disembuhkan . 😉

Semoga cepet sehat aja. 

Btw aku ada janji Dermapen sama misslie. Kalo mau lihat check aja di IG nya @misslie. Kemarin sempat nyobain bbglow treatment nya (tapi buat acne), lumayan sih bekas jerawat hitamnya memudar 😉 walo akhirnya kembali lagi karna memang wajahku lagi mabok berat. 

Aku janjiannya tanggal 5 Desember 2016 di Sunter nih, semoga hasil Dermapennya bagus. 😉 Jadi 2.5 juta ga terbuang sia sia. 

Bulan ini ga jajan deh 😞

Have a nice day !

Pindah Dokter Kulit (Lagi)

Setelah 1 tahun lebih di Erha dan ternyata nggak menghasilkan apa-apa, akhirnya beralih ke dokter kulit keluarga. Dokter ini berhasil membuat kulit adikku almost mulus dan jarang membuat jerawatan.
Ini kartu namanya :

image

Kalau saya manggilnya sih Dr. Firda. Dokter ini merupakan salah satu dokter kulit yang bekerja di Rumah Sakit Haji Surabaya, dan dia mendirikan klinik kecantikan sendiri bernama Hafira Skin Care.

Harga obatnya sih menurut saya murah ya, soalnya jenisnya lumayan banyak sih. Untuk harga perawatan disana standart lah.

image

Bisa dilihat facial acne 150 ribu tapi ada paket facialnya 4 kali jadi 540 ribu dalam 2 bulan.

Jadi kemarin 5 Januari 2016, sekitar jam 5 sore aku meluncur ke Hafira skin care ini, lalu nunggu sebentar karena dokternya belum ada.
Pas dokternya sudah ada, langsung berbaring ke ranjang pemeriksaan, disitu wajahnya dibersihkan dari makeup kosmetik lalu dokternya dateng deh buat periksa.
Dokter Firda easy going banget!pasti deh ujung ujungnya ketawa! 😂
Direkomendasikan peeling sama suntik jerawat, tapi karena aku bukan penggemar suntik jerawat so,No no. Aku cuma ambil peelingnya aja.
Peeling nya juga enak, cuma 5 menit aja, tapi sepertinya cairan peelingnya bagus ya, karena olesan pertama pas peeling aja sudah terasa sakiitt pakai banget.
Oke, habis peeling selesai, ngobrol ngobrol deh sama dokternya.
Jadi katanya dokternya punya serum yang bagus banget buat acne dan scar acne tingkat berat kaya saya, namanya Growth Factor. Setelah saya googling emang sih serum Growth Factor itu memang mahalnya minta ampun, 1 kali gaji lah.. :(.
Pengaplian growth factor ini paling bagus saat laser atau dermaroller. Dan kalau bisa (pilihan lagi, nggak maksa juga) dilakukan secepatnya, paling cepat 2 minggu.
Tapi itu lo mahalnya serum ituh.

image

Ini skema harga yang ditulis dokternya. Masih pikir pikir juga sih sebenarnya, dan kayaknya nabung juga.
Soalnya begini,mau ada rencana nabung buat beli iphone 6 plus, hahaha #ngaco
Tapi sebenarnya investasi ke muka juga sangat disarankan.
Ohya perawatan di Hafira tidak boleh makan :

image

Ini tulisannya adik saya yang saya sebutkan diatas, berhasil hampir memuluskan mukanya.
Banyak ya ?
Tapi memang sih jerawat memang berasal dari apa yang kita makan. Kalau makannya junkfood mulu yaa kalau ngga overweight pasti jerawatan atau kalau dalam kasusku, dua duanya.
Oh ya, matahari disitu maksudnya bukan kwaci loh, maksudnya jangan terlalu lama terpapar sinar matahari langsung, atau kalau misalnya kerja di proyek kayak saya, siap siap aja masker debu muka. Setidaknya bisa melindungi dari sinar walaupun sedikit.
Oke, mulai diet lemak.

Semangat.

Posted from WordPress for Galaxy Note 3

Phantomhive Part 2- Kuroshitsuji Yaoi

kuuro

“Selamat pagi, Bochan.” Sebastian menyibakkan tirai gorden, membuat sinar matahari menyerbu masuk menerangi kamar. Ciel spontan menyipitkan matanya karena terangnya sinar matahari.

          Ah… sudah lama sekali aku tidak merasakan silaunya matahari, pikir Ciel sambil menggosok-gosokkan kedua kelopak matanya dengan jarinya. Ia memperhatikan Sebastian, butlernya yang sedang menakar daun teh dan mengucurkan air panas ke dalam teko keramik bermotif cina. Ia menoleh ke pemilihan baju hari ini, kemeja putih dengan jas biru tua.

          “Teh pagi ini adalah green tea yang diimport langsung pagi ini dari produsen teh terkenal di Cina.” Sebastian dengan lihai membantu masternya berpakaian, lalu berjalan menuju meja teh sambil menuangkan cairan teh ke dalam cangkir bermotif ukiran unik.

          Ciel menghirup aroma teh tersebut, mencicipinya sedikit dan mengeluh, “Teh yang dulu menjadi favoritku sekarang terasa seperti air pahit dilidahku.”

          Sebastian tersenyum geli sambari menerima cangkir teh yang habis dari tangan masternya, “Well, anda harus melatih ekspesi nikmat anda, Bochan. Jangan sampai anda terlihat tidak menikmati hidangan yang menjadi favorit manusia.”

          “Ya… aku tahu.” Jawab Ciel sambil berjalan menuju jendela kamarnya. Ia melirik ke tamannya yang tertata rapi seperti baru. Ia berbalik menghadap Sebastian, “Dan kuduga hari ini aku tidak mempunyai jadwal ?” tanya Ciel walaupun sebenarnya ia sudah mengetahui jawabannya. Entah mengapa saat ia tidur di kamarnya sendiri dan terbangun dengan aktifitas seperti saat ia masih berumur 13 tahun, ia masih merasa bahwa ia manusia. 50 tahun yang cukup cepat ini membuat pikirannya lebih cemerlang dan tentu saja tinggi badannya pun bertambah.

          Sebastian memegang dagunya, “Kemarin sesuai dengan perintah anda, saya telah mengosongkan jadwal yang berhubungan dengan dunia Iblis untuk sementara waktu.”

          Ciel mengangguk pelan sambil berjalan menuju Sebastian yang sudah bersiap memakaikan jasnya, “Kalau begitu mari kita hidupkan Phantomhive.”

          “Saya mengerti.” Jawab Sebastian sambil mengangguk.

.

.

“Saya membawakan surat dari sang ratu.” Sebastian mengulurkan surat yang tersegel dengan lilin di atas nampan. Ciel mengambil surat itu lalu merobek lilinnya. Ia membaca sekilas lalu mengangkat pandangannya ke arah Sebastian. Nyala api perapian membuat mata biru Ciel mengkilat memantul.

          “Ratu meminta kedatangan Earl of Phantomhive ke istana untuk membahas pengangkatan kembali gelar Earl kepada kepala keluarga Phantomhive.”

          Sebastian mengangguk pelan, “Akhirnya. Itu artinya anda sudah semakin dekat dengan tujuan anda semula.” Selama tiga hari ini masternya sudah mulai menempatkan dirinya kembali menjadi penguasa jalur bawah tanah dan surat dari Ratu sekarang inilah yang mereka tunggu.

          “Dan aku akan kembali menjadi Guard Dog lagi, yang akan dimanfaatkan dan akan dibuang saat Ratu mulai merasa bahwa aku mulai membahayakan dirinya.” Jawab Ciel kecut.

          “Dengan keadaan anda sekarang ini, kurasa anda tidak perlu khawatir. Bukankah Sang Ratu sekarang adalah anak dari Sang Ratu 50 tahun yang lalu.” Jawab Sebastian, “Umur manusia cepat bertambah, 10 tahun atau 50 tahun tidak ada artinya bagi kita.”

          Ciel mengangkat bahunya, “Tidak mungkin lebih parah dari Sang Ratu yang memanfaatkan Angel sebagai butlernya.” Dalam hidupnya, Ciel pernah bertemu dengan 1 angel yang bahkan lebih sadis daripada iblis sendiri.

          “Ah setelah anda menjadi iblis, anda lebih membela iblis yang notabene berada disisi gelap daripada malaikat yang berada disisi terang.” Bisik Sebastian tepat ditelinga sambil memegang bahu Ciel yang membelakanginya. Setelah 50 tahun dan sang Master bertambah tinggi memudahkannya untuk melakukan hal semacam ini.

          “Tidak masalah terang atau gelap karena jiwaku telah ternoda.” Jawab Ciel sambil menunjukkan kedua matanya yang sekilas berkilat merah. “Tidak ada simbol kebaikan didunia ini, yang ada hanya pemerintahan corrupt yang akan menghisap secara perlahan jiwa-jiwa murni.”

          Sebastian tersenyum, “Seperti anda, My Lord ?” Sebastian menggunakan telunjuknya untuk mengangkat dagu Ciel. “Anda mempunyai jiwa yang tetap suci walaupun telah tenggelam dalam di laut kegelapan. Karena itulah saya berada disisi anda, meramu anda dan mengarahkan anda saat anda tersesat.”

          “Merasa menyesal karena kehilangan jiwaku-makanan yang kau tunggu-tunggu-, Sebastian ?” bisik Ciel, menolak memalingkan pandangannya dari Sebastian yang telah berhasil menjulurkan tangannya menyentuh ringan pipinya.

          Sebastian terdiam seperti terhipnotis hingga akhirnya tersenyum tipis, “Hingga sekarangpun saya masih ingin mengetahui rasa jiwamu, My Lord.” Bisik Sebastian. Ia menjilat pipi Ciel yang membuat bulu kuduk Ciel merinding. “Apakah manis seperti rasa jiwa seorang bayi yang baru dilahirkan, Apakah segar seperti perawan gereja. Saya selalu bertanya-tanya saat memandang anda.”

          “Sebastian.” Ciel mengulurkan tangannya ke dada Sebastian lalu mencengkram lehernya. Sebastian tersentak. “Jauhkan pikiranmu dariku.” Kata Ciel dengan pandangan dingin.

          “Maafkan kata-kata saya tadi, My Lord.” Jawab Sebastian sambil berlutut didepan Ciel.

          “Pastikan untuk mengontrol dirimu, Sebastian. Aku tidak akan mentoleransi kesalahan  yang sama.” Kata Ciel dingin seraya beranjak pergi menuju kamar tidur. Sebastian mendengar bunyi kunci yang menandakan bahwa ia sudah tidak diperlukan lagi malam ini. Kedua bola mata Sebastian berkilat merah.

          Yes, my Bochan….

Phantomhive Part 1- Kuroshitsuji Yaoi

kuuro

In memory of

Ciel Phantomhive

Who died at Aug 26th 1889

AGED 13 Years

1939 – 50 tahun sejak kehancuran keluarga Phantomhive

          Mansion yang terletak didalam hutan tersebut merupakan mansion utama keluarga Phantomhive. Properti Earl of Phantomhive juga termasuk hutan dan desa-desa yang mengelilingi mansion. Saat ini mansion tersebut terlihat seperti reruntuhan. Mansion itu masih berdiri tegak walaupun terlantar selama 50 tahun sejak Earl of Phantomhive terakhir hilang tanpa jejak.

Dinding-dinding batu yang selalu digosok dan dibersihkan setiap hari sekarang dipenuhi lumut dan tumbuhan merambat. Pintu utama yang dulu selalu dipoles dan dipenuhi kesan mewah terlihat lunak dan menghitam karena cuaca. Taman mansion terlihat kotor, dengan daun-daun berserakan dan tidak terurus.

          Pemuda itu berdiri di depan mansion tersebut. Tubuhnya tegak dan terlihat dari bahasa tubuhnya bahwa saat ini ia merengut. Kedua bola matanya menatap dingin kerusakan dari mansion Phantomhive. Di belakangnya, seorang pemuda berambut hitam dengan tinggi 183 cm terlihat memperhatikan punggung pemuda didepannya. Matanya yang sewarna darah melirik mansion berupa reruntuhan tersebut dengan pandangan bosan.

          Pemuda berambut biru tersebut berjalan perlahan menuju taman yang dulu merupakan taman mawar. Pandangan matanya seperti menerawang saat mengarah ke jendela kamar yang dulu merupakan kamar tidurnya. Angin berhembus kuat, titik titik air hujan mulai mengucur dari langit.

          “Bochan…” pelan, suara lelaki dibelakangnya seakan menyadarkannya kalau ia terlalu terbawa suasana melankolis.

          “Sebastian.” Ia berbalik dan menatap lelaki dibelakangnya dengan pandangan tak terbaca. Sejak kecil ia memang sudah melatih dirinya untuk menetralkan ekspresi wajahnya, sampai sekarang kebiasaan tersebut menjadi kelebihan yang selalu menolongnya di setiap situasi yang rumit.

          “Anda menyesalinya ?” Senyum tersungging di wajah Sebastian. Setelah beberapa tahun terperangkap bersama sang master didepannya, akhir-akhir ini ia merasa ia harus menikmatinya.

          Ciel Phantomhive tersenyum. Senyum sang iblis berwajah malaikat. Kedua bola matanya berubah dari biru sekelam lautan menjadi merah. Ia menyibakkan rambut basah yang menutupi matanya karena angin dan hujan, membuat kesan iblis yang kentara. Sebastian bergidik senang.

          “Tidak ada yang patut disesali.” Jawabnya tegas. Ciel berjalan dengan langkah lebar dengan gaya khas bangsawannya, ia berjalan melewati Sebastian dan berbalik tepat saat Sebastian memutar tubuhnya. “Ayo kita kembali, Sebastian.” Senyum khas malaikatnya masih tersungging.

Sebastian tersenyum tipis sambil menundukkan tubuhnya. Bersama bochan tidak akan membuatku bosan, pikirnya geli.

“Yes, My Lord.”

—- —–

My Lord my Love. Entah yang mana…

1211

Sooyoung menegakkan kedua kakinya hingga ia berada dalam posisi menjijit, kedua tangannya menyentuh pelan dada lebar Siwon. ia mendekatkan bibirnya, melekatkan dan menyatukan bibirnya dengan pelan, lembut, hampir hanya menyentuh udara. Ia menarik mundur kepalanya dengan perlahan. Siwon tercengang, berdiri diam, kaku, kaget karena Sooyoung menciumnya untuk pertama kalinya. Air mata Sooyoung  perlahan turun. Satu demi satu. Setetes demi setetes. Siwon bisa merasakan Sooyoung yang mengelus pelan pipinya.  Untuk terakhir kalinya. Ciuman perpisahan. Akhirnya Sooyoung memaksa kakinya mundur, meninggalkan kehangatan tubuhnya agar diingat Siwon selamanya. Ujung jari Sooyoung perlahan meningalkan sentuhan yang menyiksa di dada Siwon.

“Aku mencintaimu, my lord.”

Sebutir air mata turun lagi di pipi Sooyoung. Sooyoung melihatnya lagi dengan pandangan mata sedih dan tersiksa, perlahan Sooyoung menghilang. Jangan menatapku seperti itu, Sooyoung. Jangan menatapku seakan-akan kau ingin aku menghalangi kepergianmu. Siwon mengulurkan tangannya, berusaha menggapai udara, menggapai secercah bayangan Sooyoung. Ia menutup kedua matanya. Sakit sekali. Hatinya perih. Rasa sakit ini lebih perih. Sooyoung sudah meninggalkannya. Ia tidak akan bisa lagi melihat Sooyoung, tidak bisa mendengar suaranya yang merdu, tidak bisa lagi merasakan senyumannya, mata jahilnya. Ini… inilah yang terbaik. Ia tahu bila keputusan yang diambilnya ini yang terbaik. Ia tidak akan membawa Sooyoung kembali ke dunia ini. Dunia ini begitu gelap. Kegelapan adalah esensi dunia ini. Sedangkan Sooyoung adalah cahaya. Sooyoung membutuhkan cahaya matahari untuk bisa tersenyum lepas, tertawa dan berputar-putar dikelilingi bunga yang bersemi. Siwon merasa pipi kanannya basah. Ia mengangkat tangan kirinya. Heran. Jarinya menyentuh pipi kanannya, matanya terasa pedih. Cairan panas itu masih turun di pipinya. Ia mengusap pelan. Apa ini ? Air mata ? Ia menangis ?